Oleh: Jaka Samudra | 5 Maret 2009

Soal UN SMA Diprediksikan Lebih Sulit dari Sebelumnya

BANDUNG, Soal ujian nasional (UN) mata pelajaran matematika dan IPA tahun 2009 tingkat SMA diprediksikan ..
lebih sulit dari soal UN tahun sebelumnya. Pasalnya, yang tertulis di dalam standar kompetensi lulusan (SKL) yang dikeluarkan pemerintah pada kisi-kisi UN, terdapat materi baru yang tidak pernah ada pada soal UN matematika dan IPA tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Asosiasi Guru Matematika Indonesia (AGMI), Firman Syah Noor, saat ditemui di ruang kerjanya, di SMAN 3 Bandung, Jln. Belitung Kota Bandung, Senin (16/2).

Menurut Firman, salah satu materi yang akan muncul adalah tentang momentum volume bangun ruang dengan aturan sinus kosinus, serta barisan dan deret yang menghubungkan antara deret aritmatika dan geometri. “Sebelum-sebelumnya, materi itu tidak pernah ada, dan yang saya tahu soal seperti ini diujikan pada saat seleksi nasional perguruan tinggi negeri pada bagian matematika dasar,” tuturnya.

Kemungkinan besar, kata Firman, perubahan soal yang diujikan di UN SMA 2009 ini ada hubungannya dengan rencana pemerintah yang akan menjadikan UN sebagai acuan masuk ke perguruan tinggi. Dengan begitu, secara perlahan, soal-soal yang di-UN-kan pun mulai mengarah ke sana dengan tingkat kesulitan yang semakin tinggi.

“Bukannya kami membuat resah teman-teman guru dan siswa, tapi perubahan ini harus diwaspadai. Apalagi banyak di antara kalangan guru yang belum paham betul tentang materi ini karena memang selama ini tidak pernah ada. Dalam kurikulum pembelajaran pun, materi ini tidak dipelajari di semua sekolah, hanya SMA tertentu yang memberikannya melalui pengayaan,” ucapnya.

Sementara itu, untuk soal matematika SMA jurusan IPS serta tingkat SMP dan SD, AGMI memprediksikan tidak akan jauh berbeda dengan soal UN tahun sebelumnya. Sebab berdasarkan SKL, materi yang akan diujikan relatif sama, tidak seperti matematika SMA IPA.

“Lagipula untuk tahun ini, pemerintah memberikan kisi-kisi yang jauh lebih spesifik jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dulu hanya ada SKL dengan rincian materi yang masih global, tetapi tahun ini selain SKL, ada materi yang akan diujikan, dan ini jauh lebih spesifik, sehingga bisa lebih terbaca oleh teman-teman di lapangan,” tuturnya.

Kupas tuntas UN

Selain itu, Firman menjelaskan, AGMI juga berencana untuk mengumpulkan seluruh guru matematika di Jawa Barat dan perwakilan daerah di Indonesia untuk mambahas tentang UN matematika 2009. Dalam acara bertajuk “Kupas Tuntas UN/UASBN Matematika 2009” yang digelar 25 Februari 2009, di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini akan dihadirkan Sekretaris Badan Nasional Standar Pendidikan serta perwakilan dari Pusat Penilaian Pendidikan bagian bank soal.

“Sebenarnya ini merupakan kegiatan rutin untuk membantu guru-guru dalam mempersiapkan siswanya. Apalagi tahun ini ada kebijakan baru yaitu melibatkan PTN sebagai penyelenggara UN SMA. Kami berharap melalui kupas tuntas ini, guru-guru akan semakin paham, sehingga ketika memberikan prediksi kepada siswanya, tidak ngawur,” ungkapnya.

Firman juga berharap melalui kupas tuntas ini guru-guru bisa mempersiapkan siswanya sedini mungkin, tanpa harus membentuk tim sukses dalam arti negatif. “Tim sukses boleh saja asal dalam hal positif, bukannya membantu siswa saat ujian,” ucapnya.

(A-157)*** -Pikiran Rakyat-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: