Oleh: Jaka Samudra | 15 Oktober 2008

Suku Tidung (Bagian 2)-Habis

Kerajaan Tidung

Kerajaan Tidung atau dikenal pula dengan nama Kerajaan Tarakan (Kalkan/Kalka) adalah kerajaan yang memerintah Suku Tidung di utara kalimantan Timur yang berkedudukan di Pulau Tarakan dan berakhir di Salimbatu. Sebelumnya terdapat dua kerajaan berkedudukan di Tanjung Palas.

Dynasty Tengara

Dahulu kala kaum suku tidung yang bermukim di pulau Tarakan, populer juga dengan sebutan kaum Tengara, oleh karena mereka mempunyai pemimpin yang telah melahirkan Dynasty Tengara. Berdasarkan silsilah yang ada bahwa di pesisir timur pulau Tarakan yakni dikaasan binalatung sudah ada Kerajaan Tidung Kuno (The Ancient Kingdom of Tidung), kira-kira tahun 1076-1156. Kemudian berpindah ke pesisir barat Pulau Tarakan yakni di kawasan Tanjung Batu, kira-kira tahun 1156-1216. Lalu bergeser lagi, tapi tetap dipesisir barat yakni di kawasan sungai bidang kira-kira pada tahun 1216-1394. Setelah itu berpindah lagi, yang relatif jauh dari pulau Tarakan yakni, kekawasan Pimping bagian Barat dan kawasan tanah Kuning, yakni tahun 1394-1557.

Raja-raja dari Dynasty Tengara

  • Amiril Rasyd Gelar Datoe Radja Laoet (1557-1571)
  • Amiril Pengiran Dipati I (1571-1613)
  • Amiril Pengiran Singa Laoet (1613-1650)
  • Amiril Pengiran Maharajalila I (1650-1695)
  • Amiril Pengiran Maharajalila II (1695-1731)
  • Amiril Pengiran Dipati II (1731-1765)
  • Amiril Pengiran Maharajadinda (1765-1782)
  • Amiril Pengiran Maharajalila III (1782-1817)
  • Amiril Tadjoeddin (1817-1844)
  • Amiril Pengiran Djamaloel Kiram (1844-1867)
  • Datoe Maoelana/Ratoe Intan Doera (1867-1896)
  • Datoe Adil (1896-1916)

Hubungan Dengan Kesultanan Bulungan

Diantara kedua kerajaan tersebut terdapat hubungan yang erat, sebagaimana layaknya seperti orang bersaudara karena saling diikat oleh tali perkawinan. Meskipun demikian proses saling mempengaruhi tetap berjalan secara halus dan tersamar, karena salah satu diantaranya ingin lebih dominan dari yang lainnya. Dengan demikian tidak dapat dielakkan bahwa persaingan terselubung antara keduanya merupakan bahaya laten yang adakalanya mencuat ke permukaan. Dalam hal ini pihak penjajah Hindia Belanda cukup jeli memenfaatkan masalah itu, maka semakin serulah hubungan keduanya, bahkan menjadi konflik yang tajam, sehingga akhirnya tergusurlah Kerajaan dari Suku kaum Tidung tersebut.

Demografi Kawasan

Kawasan kalimantan Timur bagian utara secara umum penduduk aslinya terdiri dari tiga jenis suku bangsa yakni: Tidung, Bulungan dan Dayak yang mewakili tiga kebudayaan yaitu: Kebudayaan Pesisir, Kebudayaan Kesultanan dan Kebudayaan Pedalaman.
Kaum suku Tidung umumnya terlihat banyak mendiami kawasan pantai dan pulau-pulau, ada juga sedikit di tepian sungai-sungai dipedalaman umumnya dalam radius muaranya. kaum suku Bulungan kebanyakan berada di kawasan antara pedalaman dan pantai, terutama di kawasan Tanjung Palas dan Tanjung Selor. Sedangkan kaum suku Dayak yang terdengar dan populer adalah bernama suku Dayak Kenyah. Suku Dayak memiliki banyak sub suku bangsa, mereka tersebar di kawasan pedalaman dan memiliki berbagai macam nama.

Suku Tidung

Adapun mengenai suku Tidung, mata pencarian andalannya adalah sebagai Nelayan, disamping itu juga bertani dan memanfaatkan hasil hutan. Berdasarkan dokumen dan informasi tertulis maupun lisan yang ada bahwa, tempo dulu di kawasan Kalimantan Timur belahan utara terdapat dua bentuk pemerintahan, yakni: Kerajaan dari kaum suku Tidung dan Kesultanan dari kaum suku Bulungan. Kerajan dari kaum suku Tidung berkedudukan di Pulau Tarakan dan berakhir di Salimbatu, sedangkan Kesultanan Bulungan berkedudukan di tanjung Palas.

Pertanyaannya adalah…………
Apa ada hubungan antara Suku Tidung di tarakan dengan Nama Pulau Tidung di Teluk Jakarta ? Kepada Saudara yang mengetahui informasi ini, mohon sampaikan ke saya.


Responses

  1. wah panjang juga ya story suku di tidung..kebetulan saya udah pernah tinggal di pulau tidung,,walo cuman 4 bulan aja..key deh sukses buat pak joko…

  2. Saya ingin tanya dari manakah sumber anda untuk membuat deskripsi ini. Saya punya banyak informasi yang mungkin anda butuhkan

  3. Terimakasih pak Ridwan,
    kami memang sedang mencari hubungan antara suku tidung di daerah Tarakan atau sekitar Malaysia dengan penduduk pertama di Pulau Tidung Wilayah Kepulauan Seribu DKI Jakarta, yang menurut beberapa sumber ada hubungannya, beberapa penduduk di Pulau Tidung tersebut mengaku keturunan Panglima Hitam yang katanya berasal dari Kerajaan Tidung, mungkin keturunan keempat atau kelima.
    Kalau Bapak memang punya informasi yang mengarah ke sana, mohon dapat memberi informasi ke kami.
    Sebelumnya kami ucapkan terimakasih.

  4. aq bangaga menjadi nak tarakan.

    karna aq d’trk banyak

  5. Mungkin nggak ada hubungannya sama sekali. Hanya nama saja yang sama. hehehe….
    btw Suku Asli di pulau Tidung suku apa yach. Apa ada orang dari suku Tidung (Kaltim) yang pernah jalan2 kesono.
    Org2 di P. Tidung menggunakan bahasa apa ?

  6. Trimakasih atas comment-nya….
    Suku asli di Pulau Tidung itu sih sebetulnya gak jelas juga memang, mungkin lebih ke Betawi kaya’nya, sebab Bahasa sehari-hari yang digunakan memang bahasa Melayu, dengan dialek yang berbeda dengan Dialek Jakarta. Ada pencampuran Bahasa di sana, ada bahasa Jawa dan Sunda, walau secara umum memang Melayu.
    Kelihatannya unsur Jawa datang saat Prajurit Mataram mengepung Batavia pada masa Belanda, Bahasa Sunda juga mungkin saat Prajurit Banten menyerang Batavia, sementara Bahasa Bugis masuk karena banyak dari suku ini yang kemudian menetap dan membaur disana.
    Beberapa orang tua dipulau itu pernah menceritakan tentang para penghuni awal pulau ini yang katanya berasal dari Kerajaan di Kalimantan saat terjadi perang, begitu yang dituturkan oleh anak cucu H. ZAIDAN (salah satu cucu penghuni awal Pulau Tidung itu)

  7. Tidung……. saat ini menjadi pembicaraan yang hangat, semenjak berdirinya Kabupaten Tana Tidung yang beribukota di Tideng Pale (baca: Tidung Pala). Apakah orang-orang tsb. (H.Zaidan) bisa menggunakan Bahasa Tidung.

    Kerajaan Tidung (Tidoeng) sampai saat ini masih penuh misteri tentang keberadaannya. Walaupun banyak diceritakan oleh orang-2 tua mulai dari Kerajaan sulu di Filipina sampai ke Pulau tidung.

  8. Salam kenal Aja buat bapak Jaka Samudra, sejarah memang dibuat untuk kepentingan, Tapi saya yakin dan percaya kebenaran akan menyertainya. untuk mengetahui apakah kaum, suku itu ada, saya tidak mengukurnya dari pendapat orang lain. Lihatlah masyarakatnya mereka masih mengunakan bahasa tidung…bukan saja diwilayah utara kalimantan timur, di sulawesi juga ada perkampungan suku tidung…yang dikenal sebagai wilayah pelarian yang aman dan tempat nelayan. saya mendengarnya dari kawan-kawan asal sulawesi yang menetap dikalimantan timur.
    suku kaum tidung memang terlalu lama tertutup. dan kekayaan dan budayanya belum ditunjukan pada dunia.
    saya yakin ketika saya sering berpikir, membaca, mendiskusikan, dan menulis maka kita akan dipertemukan.
    bravo GADAMARUTI (Pergerakan Pemuda-Mahasiswa Rumpun Tidung) kunjungi aja Facebook nya…….

  9. assalamualikum wr wb.mas jaka samudra membicarakn mengenai sjarah kerajaan,anak keturunan raja,dan urut2 tan raja yg berkuasa pada zaman kerjaan tidung memang agak sulit, dokumen kerjaan pun sulit di temuka. yg saya ketahui adalah kerjaan tidung dahulunya salah satu kerjaan terbesar yg ada dikalimantan dan memiliki kerjaan2 kecil sebagai pelaksana pemerintahan.saat ini foto atau duplikasi bagunan kerjaan tidungpun tidak ada?
    oh ia mas jaka informasi mengenai kerjaan tidung dia atas mas dapatkan dari mana?
    apakah mas memiliki foto kerjaan tidung?
    digunakan untuk apa informasi ini nantinya?

  10. saya jg mau ngucapin terimakasih telah bersusah payah untuk mencari informasi mengenai suku dayak tidung.
    menurut saya untuk informasi kerjaan tidung yg akurat sebaiknya mas jaka cari di moseum belanda.
    apabila mas memiliki foto2 kerjaan tidung saya harap mas tidak berkeberatan untuk menampilkan di blok mas ini? tkb

  11. untuk lebih jelasnya datang aja ketarakan…..
    dsna anda munkin bsa dpat informasi……..

  12. dulu pada zaman penjajahan belanda ada beberapa orang dari suku tidung asli yang di tangkap oleh belanda karena orang-orang tidung tersebut susah mati karena ilmunya kuat dan kebal pihak belanda merasa kesulitan untuk melawan orang2 dari suku tidung tersebut .sehingga belanda dengan akal liciknya membawa mereka jalan-jalan menaiki pesawat belanda pada saat itu.dan merekapun di asingkan di sebuah pulau kecil yang ada di jakarta mungkin yang kita kenal sekarang ini yaitu pulau tidung.sehingga mereka beranak cucu di pulau tersebut sampai saat ini.tapi sayangnya di pulau tidung di jakarta tepatnya di kepulaun seribu tidak ada satupun warga2nya yang bisa berbahasa tidung. mungkin karena pengaruh zaman sehingga suku asli tidung di kepulawan seribu tlah tidak ada lagi.(dari niki di tarakan) cerita menurut nenek dan orang tua saya..

  13. Terimakasih atas informasinya

  14. Bgamana udah ada hsl temuannya: hubungan antara nama Pulau Tidung di Kep Seribu dengan Suku Tidung yang asli Kalimantan Timur itu?

  15. Ternyata ada hubungan memang antara penduduk asli awal di pulau tidung dengan suku tidung di Kalimantan, beberapa keturunan kerajaan suku tidung datang ke pulau tidung untuk memastikan siapa sesepuh (penduduk awal) di pulau tidung dan ternyata memang masih garis keturunan mereka…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: